Dampak dari penyebaran covid 19 begitu dahsyat. Berikut teks khutbah jumat tentang virus corona yang bisa disampaikan kepada kaum muslimin. Berisi tentang bagaimana cara agar terhindar dari virus corona dan bagaimana cara menyikapi penyebaran covid 19 ini bagi seorang muslim.

Ini adalah nasihat dari Syaikh Prof. Dr. ‘Abdurrazaq Al-Badr, seorang guru besar di Universitas Islam Madinah dan pengajar di Masjid Nabawi. Dengan sedikit modifikasi bahasa agar cocok untuk disampaikan pada khutbah jumat di Indonesia.

khutbah jumat tentang virus corona

Khutbah Jumat Pertama

الْحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، أشْهَدُ أنْ لاَ إِلٰه إلاَّ اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ حَيْثُ قَالَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

Jamaah Jumat Rahimakumullah

Kita bersyukur kepada Allah ta’ala atas segala limpahan nikmat dan karunianya. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi agung Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam, keluarga, dan juga siapapun yang mengikuti sunahnya hingga akhir zaman.

Selanjutnya, pada khutbah jumat ini marilah kita tingkatkan kualitas takwa kepada Allah Subhanahu wa ta’ala. Karena takwa adalah ukuran derajat kita dihadapan Allah. Mulia atau hina diri kita dalam pandangan Allah tergantung pada ketakwaan kita.

Pada hari Jumat yang penuh berkah ini, kita diperintahkan bershalawat kepada Nabi besar kita, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Siapa yang bershalawat kepada beliau sekali, maka Allah akan membalas shalawatnya sebanyak sepuluh kali.

Jamaah Jumat Rahimakumullah

Seluruh media di Indonesia telah mengabarkan bahwa Virus Corona sudah sampai ke Indonesia. Virus ini memang sangat mengerikan, sehingga membuat banyak manusia ketakutan. Di berbagai belahan bumi manapun semua panik, sebab virus ini bukan hanya sekedar menyebar namun juga menyebabkan kematian.

Tapi perlu diingat bahwa kematian itu sudah tertulis dalam ketetapan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Kematian adalah sebuah kepastian. Tinggal bagaimana kita meraih kematian itu, ini yang mesti kita khawatirkan. Sebab kita tidak tahu tau, husnul khatimah atau malah sebaliknya.

Bagaimana cara menyikapi pandemi virus corona bagi seorang muslim?

Ikhtiar itu penting namun bukan yang sifatnya fisik semata. Seringkali kita merasa lebih hebat dari Allah sehingga meyakini bahwa virus itu bisa dicegah dengan sekedar masker semata. Ini sebuah kekeliruan yang cukup serius.

Virus ini tidak terlihat dan susah dijangkau mata. Sesuatu yang tidak terlihat, maka serahkan kepada yang Maha Melihat. Tanamkan iman terlebih dahulu, kemudian ikhtiar dan tawakkal. Apa ikhtiarnya.. ? Jaga kebersihan, makan makanan yang thoyyib, dan yang jauh lebih penting dari itu semua adalah berdo’a kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Jamaah Jumat Rahimakumullah

Bagaimana cara menyikapi pandemi virus corona? berikut beberapa hal yang harus dipersiapkan oleh seorang muslim untuk menghadapi covid 19 ini.

Pertama: Berdo’a dan Tawakkal kepada Allah

Jangan lupa baca doa keluar rumah, sebab dengan itu Allah akan melindungi setiap sudut dan sekeliling tubuh kita dari berbagai macam hal yang dapat membahayakan dan menyerang diri kita.

بِسْمِ اللهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللهِ، لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ

“Dengan nama Allah, aku bertawakkal kepada Allah. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan Allah.”

Bukan masker yang melindungi kita. Kita bisa melihat, ribuan orang memakai masker di China, tapi tetap saja mereka terkena virus tersebut, bahkan direktur RS di wuhan sampai meninggal karena virus tersebut.

Allah lah sang Maha Pelindung, tidak ada mara bahaya apapun yang akan menjangkiti kita, pun demikian dengan sebaliknya. Dengan apa kita berlindung..? do’a dan tawakkal. Semua ini ada dalam genggaman Allah sang Maha Melihat, maka bersandarlah hanya pada-Nya.

Yakinlah, segala sesuatu pasti atas kuasa Allah dan sudah menjadi takdir-Nya.

مَا أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ وَمَن يُؤْمِن بِاللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

“Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah; dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”  (QS. At-Taghabun: 11)

Kedua: Menjaga aturan Allah

Jamaah Jumat Rahimakumullah

kalau kita menjaga aturan Allah memerhatikan perintah dan menjauhi larangan, pasti Allah akan menjaga kita pula.

Dalam nasihat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma disebutkan,

احْفَظِ اللهَ يَحْفَظْكَ

“Jagalah Allah, niscaya Allah akan menjagamu.” (HR. Tirmidzi, no. 2516; Ahmad, 1:293; Al-Hakim dalam Al-Mustadrak, 14:408. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan).

Dan diujung hadits ini Rasulullah menuturkan:

وَاعْلَمْ أَنَّ الأُمَّةَ لَوِ اجْتَمَعَتْ عَلَى أَنْ يَنْفَعُوْكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَنْفَعُوْكَ إِلاَّ بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللهُ لَكَ

“Ketahuilah apabila semua orang itu berkumpul untuk menolongmu, maka mereka tidak bisa memberikan manfaat kepadamu kecuali dengan sesuatu yang telah Allah tetapkan untukmu.”

وَإِنِ اجْتَمَعُوا عَلَى أَنْ يَضُرُّوْكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَضُرُّوْكَ إِلاَّ بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللهُ عَلَيْكَ

“Seandainya mereka berkumpul untuk mencelakaimu, maka mereka tidak dapat membahayakanmu kecuali dengan sesuatu yang telah Allah tetapkan bagimu.”

Kemudian Rasulullah menutup nasehat beliau dengan statemen yang luar biasa:

رُفِعَتِ الأَقْلاَمُ وَجَفَّتِ الصُّحُفُ

Pena-pena untuk pencatatan takdir telah diangkat dan lembaran-lembaran untuk catatan takdir telah kering.” (HR. Tirmidzi, dan ia berkata bahwa hadits ini hasan shahih).

Ketentuan Allah sudah final, dan tidak bisa diganggu gugat. Apa yang menimpa diri kita sudah ditakdirkan, dan apa yang tidak menimpa kita juga sudah tertuliskan di catatan takdir.

Ketiga: Ingatlah, keadaan seorang mukmin itu antara bersyukur dan bersabar

Dari Shuhaib, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

عَجَبًا لأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

“Sungguh menakjubkan keadaan seorang mukmin. Seluruhnya urusannya itu baik. Ini tidaklah didapati kecuali pada seorang mukmin. Jika mendapatkan kesenangan, maka ia bersyukur. Itu baik baginya. Jika mendapatkan kesusahan, maka ia bersabar. Itu pun baik baginya.” (HR. Muslim, no. 2999)

Keempat: Lakukan ikhtiar dan sebab

Jamaah Jumat Rahimakumullah

Lakukanlah sebab dan lakukan berbagai upaya uintuk mengobati penyakit. Berobat dan mencari sebab tidaklah bertentangan dengan tawakkal. Jaga selalu kondisi badan agar tetap fit dan prima.

Rasulullah bersabda agar kita ikhtiar dan selalu menjaga kesehatan:

إِنَّ هَذِهِ الحَبَّةَ السَّوْدَاءَ شِفَاءٌ مِنْ كُلِّ دَاءٍ، إِلَّا مِنَ السَّام

”Sesungguhnya pada habbatussauda’ terdapat obat untuk segala macam penyakit, kecuali kematian”

Untuk menghadapi wabah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan dalam hadits dari Usamah bin Zaid radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

إِذَا سَمِعْتُمُ الطَّاعُونَ بِأَرْضٍ، فَلاَ تَدْخُلُوهَا، وَإِذَا وَقَعَ بِأرْضٍ، وأنْتُمْ فِيهَا، فَلاَ تَخْرُجُوا مِنْهَا. متفق عَلَيْهِ

“Apabila kalian mendengar wabah tha’un melanda suatu negeri, maka janganlah kalian memasuki negeri tersebut. Adapun apabila penyakit itu melanda suatu negeri yang kalian tinggali, maka janganlah kalian keluar dari negeri itu.” (Muttafaqun ‘alaihi)

Ikuti arahan dan instruksi dari ulama’ di daerah masing-masing. Masing-masing daerah tingkat penyebaran virus corona ini berbeda-beda, untuk itu tetaplah tenang danikuti perintah para ulama’ sesuai dengan instruksi dari pejabat setempat.

Kelima: Perkuat diri dengan dzikir, terutama sekali rutinkan dzikir pagi dan petang.

Dari ‘Utsman bin ‘Affan radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا مِنْ عَبْدٍ يَقُولُ فِي صَبَاحِ كُلِّ يَوْمٍ وَمَسَاءِ كُلِّ لَيْلَةٍ : بِسْمِ اللهِ الَّذِي لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الأَرْضِ وَلاَ فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ العَلِيمُ ، ثَلاثَ مَرَّاتٍ ، إِلاَّ لَمْ يَضُرَّهُ شَيْءٌ

“Tidaklah seorang hamba mengucapkan setiap pagi dari setiap harinya dan setiap petang dari setiap malamnya kalimat: BISMILLAHILLADZI LAA YADHURRU MA’ASMIHI SYAI-UN FIL ARDHI WA LAA FIS SAMAA’ WA HUWAS SAMII’UL ‘ALIIM (dengan nama Allah Yang dengan nama-Nya tidak ada sesuatu pun yang membahayakan di bumi dan tidak juga di langit, dan Dialah Yang Maha Mendegar lagi Maha Mengetahui) sebanyak tiga kali, maka tidak akan ada apa pun yang membahayakan dirinya di dunia ini.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi. Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih).

Dalam hadis riwayat Imam Thabrani dari Abdurrahman bin Abi Bakrah, dia berkata;

سَمِعْتُ أَبِي يَدْعُو بِهَذَا الدُّعَاءِ اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي بَدَنِي ، اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي سَمْعِي ، اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي بَصَرِي ، لا إِلَهَ إِلا أَنْتَ ” غُدْوَةً وَعَشَيَّةً  قَالَ : يَا بُنَيَّ ، إِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَدْعُو بِهِ ، وَأَنَا أُحِبُّ أَنْ أَسْتَنَّ بِسُنَّتِهِ

“Saya mendengar bapak saya selalu membaca doa; “Allahumma ‘afini fi badani, allahumma ‘afini fi sam’i, allahumma ‘afini fi bashori la ilaha illa anta,” “Ya Allah, sehatkanlah badanku, Ya Allah sehatkanlah pendengaranku, Ya Allah, sehatkanlah pengelihatanku. Tiada Tuhan selain Engkau.” Setiap pagi dan petang. Kemudian ayahku berkata, wahai anakku, saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berdoa dengan doa ini dan saya senang untuk mengikuti kebiasannya.”

Keenam: Jangan percaya berita HOAX, dan pintar-pintar menyaring berita.

Jamaah Jumat Rahimakumullah

Seorang muslim harus pandai menyikapi berita dengan kroscek terlebih dahulu:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ

“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (QS. Al Hujurat: 6).

Ibnu Katsir rahimahullah dalam Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, ia berkata, “Allah Ta’ala memerintahkan untuk melakukan kroscek terhadap berita dari orang fasik. Karena boleh jadi berita yang tersebar adalah berita dusta atau keliru.”

Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As Sa’di saat menerangkan ayat di atas, beliau berkata, “Termasuk adab bagi orang yang cerdas yaitu setiap berita yang datang dari orang kafir hendaknya dicek terlebih dahulu, tidak diterima mentah-mentah. Sikap asal-asalan menerima amatlah berbahaya dan dapat menjerumuskan dalam dosa. Jika diterima mentah-mentah, itu sama saja menyamakan dengan berita dari orang yang jujur dan adil. Ini dapat membuat rusaknya jiwa dan harta tanpa jalan yang benar. Gara-gara berita yang asal-asalan diterima akhirnya menjadi penyesalan.

Maka, jika kita mendapati berita atau informasi yang datang dari orang yang tidak jelas, hendaklah dilakukan kroscek dan carilah kejelasannya. Jika kita sudah dapat bukti akan kebenarnya berita tersebut, baru boleh diterima. Namun jika terbukti dusta, maka jelas harus didustakan dan tidak boleh disebarkan.”

Ketujuh: Bersabar

Allah Ta’ala berfirman,

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوفْ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الأَمَوَالِ وَالأنفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ ,  الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُم مُّصِيبَةٌ قَالُواْ إِنَّا لِلّهِ وَإِنَّـا إِلَيْهِ رَاجِعونَ .  أُولَـئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِّن رَّبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ وَأُولَـئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun” (segala sesuatu milik Allah dan kembali kepada Allah). Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.”  (QS. Al-Baqarah: 155-157).

Demikian beberapa cara menyikapi wabah virus corona bagi seorang muslim. Tetap jaga kebersihan, makan makanan yang thoyyib, dan yang jauh lebih penting dari itu semua adalah berdo’a kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ. فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khutbah Jumat ke Dua

Jamaah Jumat Rahimakumullah

Perlu diingat bahwa kematian itu sudah tertulis dalam ketetapan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Kematian adalah sebuah kepastian. Tinggal bagaimana kita meraih kematian itu, ini yang mesti kita khawatirkan. Sebab kita tidak tahu tau, husnul khatimah atau malah sebaliknya.

Ikhtiar itu penting namun bukan yang sifatnya fisik semata. Virus ini tidak terlihat, susah dijangkau mata. Sesuatu yang tidak terlihat, maka serahkan kepada yang Maha Melihat.

Bangun Iman, hindari kepanikan yang kurang bermanfaat, karena mukmin sejati tidak pernah panik dalam keadaan apapun. Sebab ia tau bahwa dirinya berada dalam kekuasaan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Karena itu, ajarkan iman pada anak-anak dan keluarga kita, suruh senantiasa berdoa dan tawakkal kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

اِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِىْ يَاَ يُّهَاالَّذِيْنَ آمَنُوْاصَلُّوْاعَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَةِ

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ

اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الهُدَى وَالتُّقَى وَالعَفَافَ وَالغِنَى

اللَّهُمَّ اكْفِنَا بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنَا بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

اللَّهُمَّ أَحْسِنْ عَاقِبَتَنَا فِى الأُمُورِ كُلِّهَا وَأَجِرْنَا مِنْ خِزْىِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ الآخِرَةِ

اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ زَوَالِ نِعْمَتِكَ وَتَحَوُّلِ عَافِيَتِكَ وَفُجَاءَةِ نِقْمَتِكَ وَجَمِيعِ سَخَطِكَ

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ ومَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن

وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Demikian khutbah jumat tentang virus corona atau covid 19 ini. Semoga umat muslim terbuka wawasanya tentang bagaimana cara menyikapi penyebaran virus corona ini.